Dipublikasikan oleh tira -
Pada Senin, 16 Januari 2012
Anak - anak Suku Baduipun Berhak Mendapatkan Bantuan Pendidikan PKSA
Oleh : Ai Riana, AKS - Sakti Peksos
Bantuan Terkait dengan adat istiadat dan kepercayaan mereka, mayarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka sehingga mayoritas mereka tidak bisa baca, tulis, berhitung dan menggambar. Mereka mengajari anak-anaknya sendiri seadanya di rumah. Untuk itu, pendataan awal yang dilakukan oleh Sakti Peksos, TKSK dan pihak LPA Banten cukup menemui kesulitan. Tapi setelah diadakan sosialisasi dan pendekatan secara terus menerus bahwa program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak mereka, maka masyarakat Baduy terutama Baduy Luar mulai bisa menerimanya dan pendampingan oleh sakti peksos, LPA Banten maupun TKSK dapat dilaksanakan. Mereka secara bersama-sama membuat KTP dan pergi ke bank dengan anak-anak mereka untuk menyelesaikan syarat-syarat administrasi dalam pembuatan tabungan yang bekerjasama dengan BRI unit Rangkasbitung. Dan pergi ke bank merupakan pengalaman baru bagi mereka.
Pengumuman: Rencana Umum Pengadaan Barang Jasa TA 2012
Dipublikasikan oleh awan -
Pada Jumat, 13 Januari 2012
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL REHABILITASI SOSIAL
Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Telp/Fax : (021) 3103591 pswt. 2605, 2609, 2830
RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/ JASA TAHUN 2012
NOMOR : 05/RS/SEK-1b/PL.01/1/2012
Berdasarkan pada ketentuan Perpres No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa Pemerintah dan mengacu pada DIPA di lingkungan Ditjen Rehabilitasi Sosial Tahun Anggaran 2012, maka bersama ini kami sampaikan Pengadaan Barang/ Jasa yang akan dilaksanakan pada tahun 2012, dengan perincian sebagai berikut :
Berita: Warta Sepekan TVRI Hadir dengan Bahasa Isyarat
Dipublikasikan oleh tira -
Pada Rabu, 11 Januari 2012
Para penyandang cacat tuna rungu di Sulawesi Utara (SULUT), kini bisa menikmati informasi pembangunan pemerintahan dan kemasyarakatan di Sulawesi Utara, melalui Warta Sepekan TVRI SULUT yang dilengkapi dengan bahasa isyarat. Pola acara baru TVRI SULUT 2012 satu diantaranya paket berita Warta Sepekan yang merangkum berbagai peristiwa menarik selama seminggu. Warta sepekan yang akan disiarkan setiap hari Minggu pukul 18.00 ini dilengkapi dengan Bahasa Isyarat yang dibawakan oleh seorang penerjemah atau translater. Program acara yang mengakomodir aspirasi para tuna rungu merupakan kerjasama TVRI SULUT dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Aryanthi Baramuli Putri serta Yayasan Baramuli, Diknas Propinsi Sulawesi Utara serta Persatuan Penyandang Cacat Indonesia Sulawesi Utara. Penandatanganan kerjasama produksi Warta Sepekan ini dilaksanakan hari Kamis, 5 Januari 2012 di ruang VIP TVRI SULUT. Untuk memantapkan operasional paket Warta Sepekan dengan durasi 60 menit ini juga telah dilaksanakan latihan di Studio TVRI SULUT, disaksikan oleh Anggota DPD RI Aryanthi Baramuli Putri yang juga Pengurus Yayasan Baramuli serta Kepala LPP TVRI Sulawesi Utara, Mukhtar Lukvi, S. Sos. Sebagai Anggota DPD RI Aryanthi Baramuli Putri menyatakan salut kepada LPP TVRI SULUT karena mampu menjadi media publik yang aspiratif terhadap kebutuhan para penyandang disabilitas khususnya tuna rungu. Sebagai bagian dari kerjasama ini, Yayasan Baramuli memberikan bantuan dana untuk melengkapi peralatan studio yang dibutuhkan TVRI SULUT.
Untuk tahun 2011 ini, Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Subdit Anak Memerlukan Perlindungan Khusus untuk Komunitas Adat Terpencil, ( PKS-AMPK KAT ) memperluas jangkauan pelayanannya, bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Propinsi Banten, memberikan tabungan PKSA kepada 200 anak Baduy, Kabupaten Rangkasbitung Propinsi Banten.
PEREMPUAN DENGAN AIDS BISA MENYUSUI ANAKNYA BAYINYA
Dipublikasikan oleh -
Pada Selasa, 03 Januari 2012
Bagi para penderita HIV dan AIDS khususnya para pasangan ODHA dapat bernafas lega karena perempuan penderita HIV AIDS yang kemudian mengandung belum pasti menularkan virus kepada buah hatinya. Intervensi yang bisa dilakukan adalah menjaga asupan nutrisi bagi bayi, salah satunya pemberian air susu ibu secara eksklusif selama enam bulan.
Seperti diutarakan Konsultan Ahli Program Prevention Mother To Child Transmission (PMTCT), Bagus Rahman Prabowo, ada tiga jalur transmisi infeksi dari ibu ke anak, yaitu masa kandungan, persalinan, dan pemberian susu bayi. Bila dilakukan dengan hati-hati dan diimbuhi konsumsi obat antiretroviral (ARV), potensi penularan selama kandungan dan persalinan di bawah 10 persen.